Minggu, 30 Januari 2022

 


“ Penemuan Pahit dari Setan “

Selamat Pagi Sobat ....

Sudahkah Anda mengawali hari di penghujung bulan pertama 2022 (yang selalu ditandai insiden telat gajian bagi ASN ) ini dengan menyeruput secangkir kopi ?

Para penikmat kopi tentu tidak menduga bahwa pada awalnya biji kopi yang pada sebagian orang memberi efek candu itu dijuluki sebagai “Penemuan Pahit dari Setan”. 

Terkesan sarkasme, julukan ini diberikan oleh sebagian masyarakat Eropa pada sekitar abad 17. 

Berkonotasi negatif, faktanya “penemuan  pahit dari setan”  ini kemudian menjadi primadona di kalangan masyarakat Eropa, utamanya di negara-negara Belanda, Austria, Jerman, Prancis, dan Inggris.

Meski mengklaim sebagai penemu julukan ekstrem untuk komoditas kopi, tidak berarti bahwa masyarakat Eropa merupakan penemu kopi.

Konon, masyarakat Afrika telah lebih dahulu menemukan tanaman ini, tepatnya pada sekitar abad ke-9 di daerah Kefa, Ethiopia.

Uniknya, justru hewan berkaki empat yang identik dengan Zodiak Aries, Kambinglah  yang menjadi "pioneer".

Alkisah, seorang penggembala menemukan bahwa kambing- kambing peliharaannya menunjukkan perilaku yang lebih agresif dan enerjik, bahkan koloni hewan yang kerap menjadi martir setiap Idul Adha ini menunjukkan gejala insomnia di malam hari akibat mengkonsumsi sejenis tanaman yang dikemudian hari dikenal sebagai Kopi alias  “penemuan pahit dari setan “.

Entah bagaimana detail historisnya sehingga biji tanaman yang tanpa sengaja dikonsumsi koloni kambing tersebut bertransformasi menjadi minuman yang mendunia...menjadi sebuah kisah samar dengan banyak praduga tanpa bukti catatan tertulis.

Fakta sejarah yang tidak dapat dipungkiri adalah bagaimana Belanda yang berhasil mendapat benih kopi kemudian menjadikan Batavia menjadi lahan percobaan budidaya pada sekitar akhir abad 17 yang kemudian diikuti oleh Sumatra dan Sulawesi, setelah hal serupa yang dilakukan di India mengalami kegagalan.

Pada perkembangannya, budidaya komoditas tanaman ini merambah ke berbagai penjuru dunia, membuatnya menjadi minuman yang terjangkau oleh berbagai kalangan dan mendunia. 

Bukan semata meninggalkan taste nikmat di lidah, khasiat kopi  menjadi magnet yang akan selalu menarik penikmatnya untuk menyeruput, serupa ritual pagi bagi penikmat yang fanatik.

Well....sekilas tentang sejarah “Penemuan Pahit dari Setan”, untuk khasiatnya, insha Allah next post aku share  ya...?!

Thanks sudah mampir di blog sederhanaku, tempat aku berbagi cerita sederhana tentang hal-hal simpel di sekitar  kita...

 

 

 

 


  Sendang Kapit Pancuran (Part II) “ Sendang Kapit Pancuran” itu seharusnya bahagia,” gumamku. “Aku justru meras...