“ Penemuan Pahit dari Setan “
Selamat Pagi Sobat ....
Sudahkah Anda mengawali hari di penghujung bulan pertama 2022 (yang selalu ditandai insiden telat gajian bagi ASN ) ini
dengan menyeruput secangkir kopi ?
Para penikmat kopi tentu tidak menduga bahwa pada awalnya
biji kopi yang pada sebagian orang memberi efek candu itu dijuluki sebagai “Penemuan
Pahit dari Setan”.
Terkesan sarkasme, julukan ini diberikan oleh sebagian
masyarakat Eropa pada sekitar abad 17.
Berkonotasi negatif, faktanya “penemuan pahit dari setan” ini kemudian menjadi primadona di kalangan
masyarakat Eropa, utamanya di negara-negara Belanda, Austria, Jerman, Prancis,
dan Inggris.
Meski mengklaim sebagai penemu julukan ekstrem
untuk komoditas kopi, tidak berarti bahwa masyarakat Eropa merupakan penemu
kopi.
Konon, masyarakat Afrika telah lebih dahulu menemukan tanaman
ini, tepatnya pada sekitar abad ke-9 di daerah Kefa, Ethiopia.
Uniknya, justru hewan berkaki empat yang identik dengan Zodiak Aries, Kambinglah yang menjadi "pioneer".
Alkisah, seorang penggembala menemukan bahwa kambing- kambing
peliharaannya menunjukkan perilaku yang lebih agresif dan enerjik, bahkan
koloni hewan yang kerap menjadi martir setiap Idul Adha ini menunjukkan gejala insomnia di malam hari akibat mengkonsumsi sejenis tanaman yang dikemudian
hari dikenal sebagai Kopi alias “penemuan pahit dari setan “.
Entah bagaimana detail historisnya sehingga biji tanaman yang
tanpa sengaja dikonsumsi koloni kambing tersebut bertransformasi
menjadi minuman yang mendunia...menjadi sebuah kisah samar dengan banyak praduga tanpa bukti catatan tertulis.
Fakta sejarah yang tidak dapat dipungkiri adalah bagaimana
Belanda yang berhasil mendapat benih kopi kemudian menjadikan Batavia menjadi lahan
percobaan budidaya pada sekitar akhir abad 17 yang kemudian diikuti oleh
Sumatra dan Sulawesi, setelah hal serupa yang dilakukan di India mengalami
kegagalan.
Pada perkembangannya, budidaya komoditas tanaman ini merambah
ke berbagai penjuru dunia, membuatnya menjadi minuman yang terjangkau oleh
berbagai kalangan dan mendunia.
Bukan semata meninggalkan taste nikmat di lidah, khasiat kopi
menjadi magnet yang akan selalu menarik
penikmatnya untuk menyeruput, serupa ritual pagi bagi penikmat yang fanatik.
Well....sekilas tentang sejarah “Penemuan Pahit dari Setan”,
untuk khasiatnya, insha Allah next post aku share ya...?!
Thanks sudah mampir di blog sederhanaku, tempat aku berbagi
cerita sederhana tentang hal-hal simpel di sekitar kita...